Sabtu, 06 Februari 2016

Perbandingan dua rakaat dengan empat rakaat



Ada dua orang akhwat, anggap saja akhwat A dan akhwat B. Suatu ketika akhwat A cerita kepada akhwat B bahwa ada seorang ikhwan yang telah menargetkan atau mengincar dia namun dia tidak suka dan tidak mau menjadi jodohnya. Bisa dikatakan dia muak dengan ikhwan itu. Karena dia benar-benar tidak mau dengan ikhwan itu dia selalu sholat Tahajud dua rakaat hanya untuk berdoa agar dia tidak berjodoh dengan ikhwan tersebut dan dia pun terus bercerita sambil menangis bahwa dia tidak mau berjodoh dengan ikhwan tersebut. Namun setelah beberapa tahun yang kemudian akhwat B yang selalu menjadi tempat curhat si akhwat A mendapat undangan pernikahan antara akhwat A dengan ikhwan tersebut. Akhwat B pun heran dan penasaran ingin tahu apa yang terjadi. Datanglah akhwat B ke acara pernikahannya, namun karena sungkan menanyakan hal tersebut di depan ikhwan tersebut. Maka keesokan harinya akhwat B datang ke rumah akhwat A menanyakan kenapa akhwat A menikah dengan ikhwan tersebut padahal dulu dia bilang tidak ingin berjodoh dengan ikhwan itu. Dan TERNYATAAA….... (JENGJENG!!!)
 .
 .
 .
 .
 .
 .
 .
 .
 .
Pada saat akhwat A selalu Sholat Tahajud dua rakaat dan meminta kepada Allah agar ia tidak dijodohkan dengan ikwan itu. Si ikhwan juga Sholat Tahajud dengan meminta kepada Allah agar si akhwat A menjadi jodohnya, hanya saja si ikhwan Sholat Tahajud empat rakaat!!!!!. Oleh karena itu Allah membukakan hati akhwat A untuk ikhwan tersebut.
Jangan merisaukan jodohmu karena jodoh itu urusan Allah ^_^
Jika impianmu tidak mampu membuatmu bangun malam dan mendirikan tahajud maka impianmu tidak seserius yang kau inginkan!!!!
Yang mempunyai mimpi besar atau yang sedang mencari jodoh bisa di coba tips jitu’nya #eaa
#YukPerbanyakTahajud!!!